Bagi yang memerlukan contoh LKS untuk memfasilitasi siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) silahkan download pada link berikut:
LKS HOTS Trigonometri
Manual LKS HOTS Trigonometri
Semoga Bermanfaat.
Didedikasikan untuk kemajuan pendidikan di Indonesia || Belajar, Berkarya, Berbagi ...
Cari Blog Ini
Sabtu, 12 November 2016
Contoh RPP Model CPS Berorientasi HOTS
Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) siswa yaitu model Creative Problem Solving (CPS). Secara operasional langkah CPS terdiri dari penemuan tujuan (objective-finding); (2) penemuan fakta (fact-finding); (3) penemuan masalah (problem-finding); (4) penemuan berbagai ide (ideas-finding); (5) penemuan solusi (solution-finding); dan (6) penemuan penerimaan (acceptance-finding). Adapun contoh RPP model CPS berorientasi HOTS dapat di download melalui link berikut:
Untuk contoh LKS-nya akan dipublish pada postingan berikutnya.
Semoga bermanfaat!
CPS
Creative Problem Solving
to Improve Students’ Higher Order Thinking Skills in Mathematics Instructions
Ezi Apino1, Heri
Retnawati2
1Master Program of Mathematics
Education, Yogyakarta State University
2Faculty of Mathematics and Natural Science, Yogyakarta State
University
apinoezi@gmail.com
Artikel lengkap dapat di download di: https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=I3CpvlQAAAAJ&citation_for_view=I3CpvlQAAAAJ:2osOgNQ5qMEC
Meningkatkan Toleransi Siswa dalam Pembelajaran Matematika Melalui Penerapan Model Guided Discovery Setting Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan toleransi siswa dalam
pembelajaran matematika menggunakan model guided discovery setting pembelajaran
kooperatif tipe TPS pada kelas X MIPA 5 MAN Yogyakarta 3. Penelitian ini adalah
penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus, dimana setiap
siklusnya terdiri dari tahap perencanaan (planning), tindakan (action),
pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa untuk meningkatkan toleransi siswa dalam pembelajaran
matematika menggunakan model pembelajaran guided discovery setting pembelajaran
kooperatif tipe TPS dapat dilakukan dengan cara: (a) pembagian kelompok yang
terdiri dari keragaman tingkat kemampuan akademik, gender, suku, ras, dan
budaya; (b) mendorong setiap siswa untuk mengemukakan pendapat dalam
menyelesaikan masalah, baik secara tertulis maupun lisan; (c) membiasakan siswa
membuat kesepakatan untuk menentukan jawaban/penyelesaian terbaik, apabila
terdapat perbedaan jawaban/penyelesaian dari suatu masalah; dan (d) menyajikan
masalah terbuka yang menuntut beragam cara penyelesaian dan atau beragam
jawaban, agar siswa terbiasa saling berargumen, saling mendiskusikan, saling
memberi dan menerima saran dan kritik, serta saling menghargai satu sama lain.
Artikel lengkap dapat di download di: https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=I3CpvlQAAAAJ&citation_for_view=I3CpvlQAAAAJ:9yKSN-GCB0IC
Kamis, 23 Oktober 2014
Saintifik VS Spiritual
Belakangan ini pemerintah lagi
gencar-gencarnya melakukan sosialisasi tentang implementasi kurikulum 2013. Kurikulum
yang dirancang sebagai trobosan baru bagi dunia pendidikan di Indonesia yang
diharapkan menjadi jawaban atas permasalahan rendahnya kualitas pendidikan di
Indonesia. Pemerintah melalui kebijakannya mewajibkan seluruh sekolah di bawah
naungan kementerian pendidikan dan kebudayaan untuk menerapkan kurikulum 2013. Dalam
rangka mendukung kebijakan tersebut, pemerintah juga melakukan program
pelatihan yang diadakan untuk memberikan bekal bagi para guru dalam
mengimplementasikan kurikulum 2013 tersebut. Namun, pertanyaannya adalah sejauh
manakah kurikulum 2013 ini dapat berkontribusi untuk meningkatkan kualitas
pendidikan di Indonesia yang dengan latar belakang sosial dan budaya
masyarakatnya yang tentunya sangatlah berbeda dengan dunia barat?
Rabu, 15 Oktober 2014
Merdeka tetapi Terjajah
Merdeka?... Apakah sesungguhnya
kita sudah merdeka?... Merdeka itu apa? … Merdeka itu Bagaimana?... Merdeka itu
siapa?... Merdeka itu dimana?... merdeka itu kapan?...
Wah…ternyata banyak sekali
pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan “merdeka”. Tetapi apakah semua itu dapat terjawab, ah…mungkin ruang dan waktulah yang
akan menjawabnya. Namun satu hal yang selalu mengusik pikiran saya, apakah kita
sudah benar-benar merdeka?
Rabu, 01 Oktober 2014
Menembus Ruang dan Waktu dengan Berfilsafat
Setiap yang ada dan yang mungkin ada punya filsafatnya
masing-masing, sehingga sangat diperlukan untuk belajar filsafat. Dalam memahami ilmu diperlukan chemestry, ketika memahami
ilmu tanpa chemistry diibaratkan batu ketemu batu, artinya sama-sama bersifat
keras. Dalam konteks hubungan dosen dengan mahasiswa dosen diumpamakan batu
besar dan mahasiswa diumpanakan sebagai batu kecil, atau bisa juga diumpamakan
bahwa dosen sebagai martil (memiliki sifat keras), sedangkan mahasiswa sebagai
batunya. Fungsi dari martil ini adalah untuk memecahkan batu tadi menjadi bagian-bagian
kecil, sehingga dari batu yang besar menjadi kerikil, selanjutnya menjadi
pasir, dari pasir menjadi debu, dari debu menjadi udara, sehingga ketika sudah
menjadi udara maka bisa dengan muda memposisikan diri untuk memahami suatu ilmu.
Langganan:
Postingan (Atom)